Sosialisasi Teknologi T1P4K di Cianjur Dorong Produktivitas Petani dan Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan Sosialisasi Teknologi Tanam Satu Kali Panen Empat Kali (T1P4K) digelar di Kabupaten Cianjur sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan praktik budidaya padi yang berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Aula Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, dan Aula Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, dengan melibatkan petani, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan sektor pertanian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari sejumlah perwakilan lembaga dan organisasi pertanian. Para narasumber menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam menjawab tantangan sektor pangan, khususnya keterbatasan lahan, perubahan iklim, dan efisiensi produksi di tingkat petani.

Pemaparan utama disampaikan oleh Direktur PT Thara Jaya Niaga, Diyan Anggraini, yang menjelaskan konsep dan mekanisme teknologi T1P4K sebagai pendekatan budidaya padi berbasis efisiensi dan kolaborasi. Teknologi ini mendorong perubahan pola tanam dan pengelolaan pertanian melalui pendekatan kelompok, sehingga petani dapat membangun skala ekonomi, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat daya saing.

Selain meningkatkan produktivitas panen, T1P4K juga diarahkan pada penerapan pertanian modern yang ramah lingkungan, antara lain melalui analisis kondisi tanah, adaptasi benih, serta optimalisasi penggunaan air. Pendekatan tersebut dinilai relevan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Pada hari kedua, kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim ahli dan sesi diskusi interaktif bersama peserta. Diskusi ini menjadi ruang pertukaran gagasan terkait peluang penerapan teknologi T1P4K di tingkat desa, termasuk penguatan kelembagaan petani dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga memperoleh informasi mengenai produk dan inovasi pendukung di sektor pangan, termasuk pengenalan beras fortifikasi sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan teknologi T1P4K dapat menjadi alternatif solusi dalam pengembangan pertanian padi di daerah, sekaligus mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Scroll to Top