T1P4K Dorong Industri Mandiri Desa Melalui Program Prima Desa

Program Tanam Sekali Panen Empat Kali (T1P4K) terus diperkuat sebagai upaya mendorong kemandirian industri desa berbasis pertanian. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, T1P4K diperkenalkan sebagai penggerak utama pada program Prima Desa, sebuah konsep pembangunan desa yang menempatkan masyarakat khususnya pada bidang pertanian. 

Kegiatan difokuskan pada penyamaan persepsi para peserta dan pemangku kepentingan untuk membangun satu visi bersama dalam menggerakkan industri desa yang berkelanjutan. T1P4K diposisikan bukan hanya sebagai program peningkatan efisiensi pertanian, tetapi sebagai solusi nyata kesejahteraan desa. Program ini juga melibatkan generasi muda yang dilatih sebagai penyuluh dan penggerak industri pertanian di desa-desa, guna membangun kepercayaan bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang cerah.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, yang nantinya akan meneruskan implementasi program ke wilayah masing-masing. Jawa Tengah ditetapkan sebagai wilayah awal pelaksanaan Program Prima Desa, sebelum diperluas ke daerah lain. Prima Desa Padi dirancang sebagai bagian dari hilirisasi pertanian, di mana desa tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga mengelola dan meningkatkan nilai tambah hasil panen melalui riset, teknologi, dan penguatan rantai pasok.

Kemudian, Ibu Diyan Anggraini memberikan pemaparan teknis Program T1P4K yang merupakan hasil riset selama kurang lebih lima tahun. Program ini menitikberatkan pada perubahan metode dan cara tanam, khususnya padi irigasi, guna meningkatkan produktivitas dan efektivitas pertanian. Lokasi riset T1P4K berada di Cirerang seluas ±18 hektare, yang menjadi pusat inovasi budidaya padi berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ibu Diyan Anggraini selaku Direktur PT Thara Jaya Niaga menegaskan bahwa T1P4K tidak berfokus pada bantuan bibit dan pupuk, melainkan pada transformasi sistem pertanian dan penguatan kerja sama dengan pemerintah desa serta BUMDes untuk mendorong ekonomi desa. Dukungan pemerintah juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA, yang menyampaikan komitmen pemerintah dalam membangun desa sebagai lumbung pangan nasional dan memperkuat swasembada pangan.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke lokasi budidaya T1P4K sebagai bentuk peninjauan langsung implementasi program. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan industri desa, Program T1P4K diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Scroll to Top