CIMAHI, 23 Oktober 2025 – Dalam semangat memperingati Hari Jadi Karang Taruna ke-65, KMP Taskin bersama Nayara berkolaborasi menghadirkan gerakan inspiratif yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan generasi muda. Kegiatan ini berlokasi di Gedung Aula Graha Harapan Difabel, Kompleks Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, dengan mengusung semangat “Gerakan Nyata untuk Karang Taruna”. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan program T1P4K sekaligus memperkuat peran pemuda dalam membangun ketahanan pangan nasional berbasis inovasi dan kolaborasi digital.
Tokoh Penting yang Hadir dalam Peringatan Hari Jadi Karang Taruna ke-65
Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- Ibu Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P. – Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat
- Ibu Diyan Anggraini – Ketua Umum KMP Taskin
- Bapak H. Ahmad Taufik, S.Pd.I., M.M. – Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Barat
Program T1P4K: Inovasi Pertanian untuk Generasi Muda
Apa Itu T1P4K?
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan mengenai Program T1P4K (Tanam Satu Kali Panen Empat Kali) yang diperkenalkan oleh KMP Taskin. Program T1P4K menekankan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian melalui tiga pilar utama:
- Teknologi pertanian cerdas
- Sistem tanam adaptif
- Manajemen lahan produktif
Melalui pendekatan inovatif ini, petani didorong untuk memaksimalkan potensi lahan agar menghasilkan panen berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari transformasi pertanian modern.
T1P4K: Gerakan Perubahan Cara Berpikir dalam Bertani
Penjelasan Ketua Umum KMP Taskin
Ibu Diyan Anggraini selaku Ketua Umum KMP Taskin memaparkan bahwa melalui satu kali proses tanam, petani dapat memaksimalkan potensi lahan untuk empat kali panen dengan penerapan teknologi pertanian cerdas, sistem tanam adaptif, dan manajemen lahan produktif.
“T1P4K menjadi gerakan perubahan cara berpikir dalam bertani. Gerakan ini mengajak generasi muda untuk melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sebagai peluang ekonomi modern yang dapat diintegrasikan dengan digitalisasi dan inovasi,” jelas Ibu Diyan.
T1P4K dan Peran Strategis Pemuda sebagai Agen Digitalisasi Pertanian
Melalui momentum Hari Jadi Karang Taruna ke-65, pemuda Indonesia diingatkan akan peran strategis mereka sebagai agen transformasi. Program T1P4K membuka ruang luas bagi pemuda untuk berperan aktif dalam ekosistem pangan digital, mulai dari:
- Pengelolaan data pertanian
- Promosi hasil tani secara daring
- Pengembangan jejaring kolaborasi lintas sektor
Dengan semangat digitalisasi, pemuda tidak lagi hanya menjadi pelaku lapangan, tetapi juga pemikir dan inovator yang menghubungkan pertanian dengan teknologi. Mereka dapat menjadi “Pemuda Digitalisasi Pangan” — generasi yang mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, memanfaatkan teknologi, dan menggerakkan ekonomi desa menuju kemandirian.
T1P4K: Ekosistem Pangan Adaptif untuk Ketahanan Nasional
Dengan menggabungkan inovasi pertanian dan pemberdayaan pemuda, T1P4K membentuk ekosistem pangan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kolaborasi KMP Taskin dan Nayara ini menghadirkan gerakan nyata untuk mewujudkan generasi pemuda digital Indonesia yang mendorong ketahanan pangan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang ekspor global.
Masa depan pangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh hasil panen hari ini, tetapi oleh siapa yang berani berinovasi dan bergerak bersama untuk mewujudkan kemandirian pangan di masa depan.
Komitmen KMP Taskin dan Nayara untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Melalui semangat kolaborasi antara KMP Taskin dan Nayara, momentum Hari Jadi Karang Taruna ke-65 ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dari sinergi, dan dari semangat pemuda yang tak pernah padam. Bersama T1P4K, generasi muda — khususnya Karang Taruna — diajak untuk menjadi bagian dari gerakan digitalisasi pertanian: menanam dengan ilmu, tumbuh dengan inovasi, dan memanen masa depan ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan.